Aku
sudah banyak membaca puisi, cerpen, novel, dan bacaan lainnya. Aku sudah banyak
menghafal lagu-lagu, nasyid-nasyid maupun nyanyian lainnya. Namun hanya satu
cara yang dapat mengubah kehidupanku yaitu membaca, memahami dan menghafal
surat cinta dari langit ketujuh. Segala ketenangan dan kegembiraan yang tidak
ternilai harganya dengan apapun, aku dapatkan setelah aku baca, pahami apalagi
bisa menghafal surat cinta itu.
Angin
berhembus sangat kencang, membuat daun yang berguguran itu berterbangan.
Sementara ibu, sedang sibuk mempersiapkan barang-barangku untuk dibawa esok
harinya. Aku berencana melanjutkan study di Makassar. Pastinya aku harus siap
lahir dan batin jauh dari keluarga tercinta.
Tiba
hari keberangkatanku, ibu hanya memberiku sebuah kotak kecil berukuran sekitat 10 x 20 cm. Katanya kotak ini adalah
sebuah hadiah terindah yang dia berikan, yang akan menemani hari-hariku.
Ibu
hanya tesenyum dan berbisik di telingaku “Di dalam kotak itu berisi surat cinta.
Dalam susasana apapun bacalah surat cinta itu, karena ketika kau baca, hatimu
akan tenang” Ibuku memang jago memberikan motivasi.
Sekarang aku
berada di kota Makassar yang dikenal dengan kota Daeng. Aku mengambil jurusan
fisika di salah satu perguruan tinggi swasta. Mulai disibukkan dengan berbagai
macam aktivitas perkuliahan. Belum lagi praktik di laboratorium, harus respon
dengan asisten dan segalanya. Beberapa semester hanya aku lalui begitu saja
dengan aktivitas perkuliahan. Ini merupakan aktivitas yang sangat melelahkan.
Sepulang dari kampus, aku hendak mengambil
buku yang ada di rak. Ternyata kotak pemberian ibu masih ada di dekat
rak buku itu. Teringat kata ibu, kalau dalam suasana apapun, bacalah surat
cinta itu. Karena ketika kamu membacanya, maka kamu akan takjub mendengarnya. Ketika
aku buka, aku dapati ayat yang artinya
Dan
Kami jadikan tidurmu untuk istrahat [Q.S.An-Naba’[49] :9]
Setelah
membacanya, aku merasa seakan surat itu mengetahui keadaanku sekarang yang sedang
lelah karena bayaknya aktivitas kampus. Tapi lelah yang aku dapatkan bukan
lelah yang bermanfaat. Hanya lelah akan kehidupan dunia. Dalam kotak pemberian
ibu, ternyata di dalamya berisi Al-Quran dan terjemahan yang praktis untuk
dibawa keman-mana.
“Pekan
depan kita akan praktik Hukum
Ohm, tapi sebelum itu, semua mahasiswa yang akan praktik harus bayar uang
praktiknya di Bank Mandiri Syaria’ah” kata asisten lab menegaskan
Jika
kami tidak membayar uang praktiknya, kami tidak bisa masuk dalam laboratorium.
Dan tentunya nilai kami akan menjadi korbannya.
Antrian
di Bank melebihi antrian dalam kapal, kami harus menuggu nama-nama kami disebut
oleh petuga Bank.
Setelah
sekian lama menunggu antrian yang begitu panjang, akhirnya namaku di panggil
juga. Kuotak-atik tasku untuk mengambil uang, tapi tak kunjung kutemui
dompetku. Padahal tadi sebelum ke Bank, aku hendak membeli minuman di kantin
sebelah.
Aku
ingat, pada saat aku baca surat cinta itu, aku pernah menemukan tulisan “Hanya dengan
mengingatKu, hati akan menjadi tenang”.
Ini
menakjubkan, kutemukan jawaban atas tanyaku “Allah tidak membebani seseorang
melainkan sesuai dengan kesanggupannya”
Lagi-lagi
surat cinta itu menjadi memotivator terbaik dari semua motivator yang pernah
kutemui.
Pada
semester berikutnya, di tengah sibuknya perkuliahan, aku mulai mencari kelompok
belajar islam. Aku mulai bergabung disebuah lembaga dakwah kampus. Kami yang
baru bergabung di situ, dibentuk suatu kelompok belajar islam yang
masing-masing memiliki seorang murabbiyah yang akan menjelaskan materi-materi
keislaman, dan seorang mudarrisah yang akan memperbaiki bacaan Al-Quran dan
tentunya teman baru yang Maa syaa Allah selalu mengajak
dalam kebaikan. Setiap pekan, kami harus menyetor hafalan Al-Quran kami di mudarrisah
atau guru mengaji kami. Awalnya aku berpikiran bahwa menghafal Al-Quran itu
sangat susah. Mungkin banyak orang yang memiliki anggapan sepertiku. Tapi aku
yakin, anggapan ini tidak benar. Bukannya Allah telah menulis dalam surat
cintanya:
Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan
Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? [Al-Qamar
[54] : 17]
Ayat ini memberikan penguat bahwa
mempelajari Al-Qur’an itu mudah bagi siapa yang ingin belajar dengan
sungguh-sungguh. Setelah diberikan pemahaman oleh mudarrisah
bagaimana manfaat menghafal Al-Qur’an, aku makin semangat menghafalnya. Aku
mulai menghafal dari surat An-Nas sampai Q.S. An-Nabaa’. Lembaga kami saat itu mengadakan lomba menghafal juz 30
untuk taraf mustawa satu. Salah satunya, aku adalah peserta lombanya. Aku
berhasil menyambung ayat demi ayat yang diberikan oleh panitia. Alhamdulillah
aku memenangkan juara pertama lomba menghafal dan panitia memberiku sebuah
bingkisan istimewa yang berisi buku “Hafal Al-Qur’an Tanpa Nyantri”. Buku ini sangat
bermanfaat sekali bagiku, karena berisi berbagai macam solusi dalam menghadapi
kesulitan dalam menghafal Al-Quran. Aku sangat bahagia, bukan dengan juaranya,
tapi karena aku bisa membuktikan terhadap diriku sendiri bahwa apa yang aku
pikirkan dulunya, menghafal Al-Qur’an itu sulit, ternyata itu tidak
benar. Apapun yang kita lakukan memang akan terasa sulit jika tidak dibarengi
dengan niat yang sungguh-sungguh. aku lanjut menghafal lagi juz 29. Karena aku
yakin, Allah akan mempermudah orang-orang yang mempunyai keinginan yang tinggi.
Inilah surat cinta dari langin ketujuh yang menjadi motivator terbaik dalam semua sisi kehidupan. Al Quranul karim.
Inilah surat cinta dari langin ketujuh yang menjadi motivator terbaik dalam semua sisi kehidupan. Al Quranul karim.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar