Harapanku
yang bersemayam dalam kalbu
Masihkah
engkau meneropong relung hatiku?
menjadi
teman setia
Teman
yang selalu merenggutku dalam ketakutan
Teman
yang selalu membawaku dalam kesengsaraan
Katamu,
aku akan tersesat dalam gumamku
Kamu
hanya menyuruhku menjadi penonton dalam semua
drama
yang kau tunjukan
Kebohonganmu
itu, menari indah di setiap detik
Kamu
menyuruhku berdiri bersama mereka melihat api kebohonganmu
Bukankah
langit kita sama? Tidak ada yang lebih berkuasa
Katamu, aku tak boleh bersuara
Engkau
telah menggarap semua harapanku
Ternyata
kamu ingin menenggelamkannku dalam gumam
Kini,
aku ingin bebas mengepakkan sayap-sayapku
Sayap
yang dulunya rapuh dimakan waktu
Akanku
buktikan kepadamu, aku akan menggugurkan gumam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar