Minggu, 26 Agustus 2018

Potret Tanah Air



 Kutatap langit bangsaku, hitam berkabut pedih
Awan kelam menggumpal di setiap pelosok negeri
Semua yang kulihat hanya warna hampa yang terbingkai dalam kepalsuan
Yang hadir hanya kegelapan yang membawa kedukaan tanah air
Indahnya negeri ini dibungkus rapi oleh kesombongan pangkat

Tanah airku, kegelapan sudah lama menjadi mimpiku
Mimpi yang selalu menemani dalam getirnya pengawasan malam
Rasanya sakit ketika melihat malam datang tanpa bintang
Tapi aku akan terus berjalan melintasi pikiran dan waktu
Namun yang kutemukan hanya kebohongan yang menari indah di setiap detik

Negeriku, mengapa kini kebenaran adalah kesalahan?
Aku melihat kejahatan yang tak pernah tidur di setiap hitamnya dinding malam
Jangan diam saja, terlalu banyak pertanyaan yang belum menemui simpulan
Potret tanah air ini akan selalu dihinggapi oleh api kegelapan
Ketika kebenaran yang sesungguhnya dilahap habis oleh penguasa negeri ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar