Kutatap
langit bangsaku, hitam berkabut pedih
Awan
kelam menggumpal di setiap pelosok negeri
Semua
yang kulihat hanya warna hampa yang terbingkai dalam kepalsuan
Yang
hadir hanya kegelapan yang membawa kedukaan tanah air
Indahnya
negeri ini dibungkus rapi oleh kesombongan pangkat
Tanah
airku, kegelapan sudah lama menjadi mimpiku
Mimpi
yang selalu menemani dalam getirnya pengawasan malam
Rasanya sakit ketika
melihat malam datang tanpa bintang
Tapi aku akan terus
berjalan melintasi pikiran dan waktu
Namun yang kutemukan
hanya kebohongan yang menari indah di setiap detik
Negeriku,
mengapa kini kebenaran adalah kesalahan?
Aku
melihat kejahatan yang tak pernah tidur di setiap hitamnya dinding malam
Jangan
diam saja, terlalu banyak pertanyaan yang belum menemui simpulan
Potret tanah air ini akan selalu dihinggapi oleh
api kegelapan
Ketika
kebenaran yang sesungguhnya dilahap habis oleh penguasa negeri ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar