Perenungan bertujuan menciptakan
kedekatan dan harmoni antara berbagai unsur kepribadian kita; fisik, akal, dan
jiwa. Melalui perenungan kita menjadi lebih dekat dengan diri sendiri dan lebih mampu menikmati saat-saat kesendririan. [HM. Anis Matta, Lc]
Coba
renungkan apa saja yang telah kita lakukan di masa lalu maupun saat sekarang. Pasti ada hal yang membuat kita tersenyum karena bahagia, menangis karena sedih
dan bermacam-macam yang kita rasakan, karena tidak pernah kita menemukan jalan
ketika kita belum mencoba. Kegagalan bukan hal yg tidak wajar akan tetapi
sangat dan sangat wajar. Putus asa bukan jalan terakhir yg harus ditempuh akan
tetapi dengan usaha dan semangat yang kuat, maka semua rasa putus asa yang
terselimut dalam hati akan tertutupi dengan sebuah rasa optimis. Akan tetapi
perlu di ketahui, sekalipun kita berusaha sekuat tenaga, bahkan jiwa dan raga
sekalipun kita pertaruhkan tanpa kita berdoa, maka apa yg kita dapatkan
tidak akan berarti. Bersyukur merupakan suatu hal yang sangat berat untuk diucapkan. Akan tetapi apakah pantas seorang manusia tidak mempunyai rasa syukur
sedikit pun dalam hatinya atas apa yang telah diberikan Pencipta kepadanya?. Di setiap sela-sela kehidupan pasti kita tidak selalu merasakan hal yang membuat kita senang, akan tetapi ada kalanya kita merasakan
perasaan yang sedih, menyakitkan, dan berbagai macam yang kita rasakan. Memang
itu sangatlah wajar, karena jalan itu tidak selamanya lurus pasti terdapat
tikungan-tikungan yang kita temui di saat kita melewatinya dan tidak selamanya halus pasti ada duri-duri
yang kita temui. Inilah kehidupan yang kita jalani, kehidupan yang hanya
bersifat sementara yang membuat banyak orang tergila-gila karenanya, sehingga
mereka lupa akan kemana sebenarnya ia akan berlabuh. Setiap manusia memang
tidak lupus dari rasa salah, akan tetapi bukan berarti kita sudah melakukan
kesalahan kita tidak bisa memperbaikinya. Jadi, kesalahan itu hal yang wajar
jangan pernah meremehkan dirimu sendiri. Jika kita tidak bahagia dengan hidup
yang kita jalani, perbaikilah yang salah dan dan teruslah melangkah .
Jangan berhenti berharap untuk yang terbaik, persiapkan diri
untuk menghadapi yang terburuk dan belajarlah menerima apapun yang Allah
berikan. Karena yakinlah apa yang di berikan Tuhan kepada kita, itulah yang
terbaik. Maka jangan takut berubah demi kebaikan, meskipun di setiap langkah
kita mendapatkan kritikan pahit dari orang-orang di sekitar.
Jika kita membiarkan rasa takut
tumbuh lebih besar dari iman yang ada dalam hati, maka kita akan menghalangi
impian menjadi kenyataan. Perubahan tidak harus menunggu waktu yang tepat, karena waktu itu terus berjalan. Bagaimana kalau kita yang ditunggu oleh waktu? Apakah
kita bisa lagi mengulang waktu yang telah berlalu? Pasti tidak akan pernah
bisa. Kita hanya bisa mengenangnya. Jangan melihat dari masa lalu kita orang
yang tidak baik jadi tidak mau berubah .Saya akui, memang ketika kita ingin melangkah
kedepan kita perlu menoleh ke belakang. Tapi bukan untuk menyesali apa yang terjadi, hanya untuk mengingatkan jangan sampai kesalahan di masa lalu terulang
kembali,karena pengalaman yang kita lalui menjadi guru bagi kehidupan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar