Jumat, 08 Mei 2015

ketakutan akan menjadi penghalang impian kita jadi kenyataan




Perenungan bertujuan menciptakan kedekatan dan harmoni antara berbagai unsur kepribadian kita; fisik, akal, dan jiwa. Melalui perenungan kita menjadi lebih dekat dengan diri sendiri dan lebih mampu menikmati saat-saat kesendririan. [HM. Anis Matta, Lc]


Coba renungkan apa saja yang telah kita lakukan di masa lalu maupun saat sekarang. Pasti ada hal yang membuat kita tersenyum karena bahagia, menangis karena sedih dan bermacam-macam yang kita rasakan, karena tidak pernah kita menemukan jalan ketika kita belum mencoba. Kegagalan bukan hal yg tidak wajar akan tetapi sangat dan sangat wajar. Putus asa bukan jalan terakhir yg harus ditempuh akan tetapi dengan usaha dan semangat yang kuat, maka semua rasa putus asa yang terselimut dalam hati akan tertutupi dengan sebuah rasa optimis. Akan tetapi perlu di ketahui,  sekalipun kita berusaha sekuat tenaga, bahkan jiwa dan raga sekalipun kita pertaruhkan tanpa kita berdoa, maka apa yg kita dapatkan tidak akan berarti. Bersyukur merupakan suatu hal yang sangat berat untuk diucapkan. Akan tetapi apakah pantas seorang manusia tidak mempunyai rasa syukur sedikit pun dalam hatinya atas apa yang telah diberikan Pencipta kepadanya?. Di  setiap sela-sela kehidupan pasti kita tidak selalu merasakan hal yang membuat kita senang, akan tetapi ada kalanya kita merasakan perasaan yang sedih, menyakitkan, dan berbagai macam yang kita rasakan. Memang itu sangatlah wajar, karena jalan itu tidak selamanya lurus pasti terdapat tikungan-tikungan yang kita temui di saat kita melewatinya  dan tidak selamanya halus pasti ada duri-duri yang kita temui. Inilah kehidupan yang kita jalani, kehidupan yang hanya bersifat sementara yang membuat banyak orang tergila-gila karenanya, sehingga mereka lupa akan kemana sebenarnya ia akan berlabuh. Setiap manusia memang tidak lupus dari rasa salah, akan tetapi bukan berarti kita sudah melakukan kesalahan kita tidak bisa memperbaikinya. Jadi, kesalahan itu hal yang wajar jangan pernah meremehkan dirimu sendiri. Jika kita tidak bahagia dengan hidup yang kita jalani, perbaikilah yang salah dan dan teruslah melangkah .
Jangan berhenti  berharap untuk yang terbaik, persiapkan diri untuk menghadapi yang terburuk dan belajarlah menerima apapun yang Allah berikan. Karena yakinlah apa yang di berikan Tuhan kepada kita, itulah yang terbaik. Maka jangan takut berubah demi kebaikan, meskipun di setiap langkah kita mendapatkan kritikan pahit dari orang-orang di sekitar.
Jika kita membiarkan rasa takut tumbuh lebih besar dari iman yang ada dalam hati,  maka kita akan menghalangi impian menjadi kenyataan. Perubahan tidak harus menunggu waktu yang tepat,  karena waktu itu terus berjalan. Bagaimana  kalau kita yang ditunggu oleh waktu? Apakah kita bisa lagi mengulang waktu yang telah berlalu? Pasti tidak akan pernah bisa. Kita hanya bisa mengenangnya. Jangan melihat dari masa lalu kita orang yang tidak baik jadi tidak mau berubah .Saya akui, memang ketika kita ingin melangkah kedepan kita perlu menoleh ke belakang. Tapi bukan untuk menyesali apa yang terjadi, hanya untuk mengingatkan jangan sampai kesalahan di masa lalu terulang kembali,karena pengalaman yang kita lalui menjadi guru bagi kehidupan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar